MENANAM BAKAU , MERAWAT PULAU (Kegiatan SMAN Plus Di Desa Anak Setatah Kabupaten Kepulauan Meranti)

20 11 2012

Oleh: BINARTINENGSIH AYUB

Guru Biologi SMAN PLUS Propinsi Riau

Kabupaten Kepulauan Meranti sebuah kabupaten yang terdiri dari kumpulan pulau-pulau kecil.Tanah gambut dan pantai lumpur juga menjadi ciri khas kabupaten ini.  Tanaman Bakau menjadi penting sebagai benteng pelindung pulau-pulau tersebut. Apa jadinya kalau benteng ini dibiarkan rusak, mungkin beberapa tahun ke depan luas Kabupaten Kepulauan Meranti akan berkurang. Tapi sesungguhnya kerusakan benteng pulau ini (baca Hutan Mangrove) sudah memang terjadi. Setidaknya itulah yang dapat dilihat di pantai desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. Bagian tebing pantai Pulau Rangsang ini sudah banyak sekali yang runtuh, dan yang kami lihat beberapa meter lagi mendekati jalan desa yang sudah diaspal.

Pantai Pulau Rangsang yang mengalami Abrasi ini berbatasan langsung dengan selat Malaka. Harusnya keadaan seperti ini menjadi perhatian serius, pulau terluar ini tidak harus merana. Istilahnya Abrasi dan ini harus dicegah. Merawat pulau-pulau terluar berarti kita ikut menjaga keutuhan teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Sebagian besar pinggir pantai P. Rangsang mengalami Abrasi serius,

Semangat ini juga yang menginspirasi SMANPlus untuk ikut bersama-sama mengembalikan keutuhan pantai pulau Rangsang. Kegiatan ini dapat terlaksana karena dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir TEGAS Desa Anak Setatah, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan SMA Negeri 2 Selatpanjang. Kelompok peduli lingkungan ini sudah banyak menerima penghargaan dari Pemerintah Propinsi dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Berkat ketekunan dan keseriusan mereka, kelompok ini sudah berbadan hukum dan memiliki struktur organisasi yang  terstruktur dengan baik. Mereka sudah menginspirasi penduduk di pulau Rangsang,untuk ikut memulihkan dan menjaga pantai. Saat ini masyarkat pulau Rangsang sudah memahami bahwa hutan Mangrove harus segera dipulihkan, pantai tidak bisa dibiarkan runtuh.

Dari pulau Tebing Tinggi menuju pulau Rangsang menggunakan kapal (POMPONG) memberi pengalaman yang menyenangkan, maklum banyak juga peserta didik SMANPlus tidak pernah menggunakan kapal jenis ini. Kapal yang ukurannya tidak terlalu besar dan digerakkan mesin ini banyak digunakan masyarakat Kebupaten Kepulauan Meranti untuk bepergian ke satu pulau dan pulau lainnya. Dan beberapa tahun yang lalu kapal ini merupakan transportasi utama, tapi seiring dengan perkembangan waktu, sebagian masyarakat sudah banyak menggunakan speadboat sebagai alat transportasi.

Saya bersama kelompok TEGAS Desa Anak Setatah Kacamatan Rangsang

 

Saya bersama kelompok TEGAS Desa Anak Setatah Kacamatan Rangsang

Pengalaman menanam bakau sangat memberi nilai – nilai pendidikan yang berharga. Nilai pendidikan yang didapat antara lain, pengetahuan yang didapat secara langsung melalui narasumber yang langsung berkimpung dilapangan. Jenis tanaman yang membentuk hutan Mangrove bermacam-macam antara lain, Api-Api, Bakau, Nyirih, Cingam, Kedabu, Berembang, Tematu, Sesop dll. Dari jenis tanaman tersebut, pohon Api-Api adalah tanaman terdepan kalau diurutkan dari laut ke darat. Meminjam istilah dari Ketua Kelompok Pelestari Wilayah pesisir TEGAS desa Anak Setatah, tanaman Api-Api diistilahkan sebagai Prajurit, langsung berhadapan dengan gelombang laut. Tanaman ini mempunyai akar nafas yang muncul di atas permukaan laut (gerak geotropi negatif, melawan gaya gravitasi bumi.)Batang tanaman Api-Api tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, dan tidak dapat dijadikan arang, seperti tanaman Bakau. Menurut informasi yang kami dapat tanaman ini sedikit memiliki kesulitan dalam menanamnya, cepat mati, dan jika diantara tanaman ini ada yang mati harus segera diganti/ disulam segera, begitu seterusnya sehingga pohon Api-Api ini menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Salah satu tanda Api-Api sudah tumbuh dengan baik yaitu adanya hewan kerang disekitar ponon tersebut, begitu juga pantai agak menjadi dalam, mungkin sebagain akar dari pohon Api-Api ini sedang mencari celah-cvelah untuk tumbuh.

Buah tanaman Api-Api juga memiliki bentuk agak runjing dan berukuran kecil, kotiledonnya seperti dua lapis, warnanya hijau. Cara menanamnya terlebih dahulu membuka kulitnya, dan jika tidak dilakukan maka bijinya tak mau berkecambah, setelah bijinya terbuka baru ditanam di dalam polibag.

Kegembiraan setelah selesai menanam lebih dari 2000 bakau

 

Kegembiraan setelah selesai menanam lebih dari 2000 bakau

Tanaman Bakau justru lebih mudah tumbuh, biji yang panjang dan runjing. Bentuk buah seperti sebagai bentuk adaptasi terhadap tempat hidup pada pantai berlumpur. Jika buah bakau sudah matang, kemudian jatuh sehingga dengan mudah untuk menanjap di dalam lumpur pantai. Dibandingkan tanaman Api-Api, peluang tumbuh tanaman Bakau lebih besar, tapi dengan keadaan pantai yang sudah Abrasi berat sangat tidak mungkin tanaman-tanaman ini tumbuh secara alami.  Tanaman Bakau tumbuh setelah pohon Api-Api, barisan kedua, kalau boleh diistilahkan sebagai komandan. Bakau yang memiki akar tunjang yang keluar dari bagian batang, sehingga menjadikan tanaman ini penting bagi perlindungan pantai. Bakau memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, untuk dijadikan penguat pondasi bangunan. Manfaat lain untuk dijadikan arang, sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan.

Siswa SMAN Plus generasi 12 membawa bibit Bakau

Untuk sampai di lokasi kami harus berjalan dengan menempuh perjalanan ± 3 Km dari pelabuhan Bantar, karena daerah ini belum memiliki tranportasi umum, hanya menggunakan motor roda dua. Lebih dari tiga jam kami melakukan penanaman, lumpur pantai yang sudah menempel disebagian baju dan badan tidak menyurutkan semangat. Kaki yang terbenam ke dalam lumpur hingga mencapai lutut, dan cukup menguras energi untuk mengangkatnya, tapi kami gembira, tak terasa lebih dari dua ribu pohon Bakau sudah ditanam.Semoga alam, air laut, pasang dan surut, hempasan gelombang dapat menjaganya. Kelak beberapa tahun nanti, kami berkesempatan datang kembali, pohon bakau yang tumbuh subur agar menyambut kedatangan kami. Banyak pengalaman yang kami dapat, kesungguhan Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir TEGAS desa Anak Setatah yang peduli dengan penyelamatan hutan Mangrove dan memberi kami kesempatan untuk belajar menjadi bagian perjalanan hidup kami. Terima kasih****

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: