ADA APA DENGAN SBI

21 05 2011

Oleh : Binartinengsih

Sekolah berstandar Internasional sudah lama dilaksanakan, tapi  selalu yang diberitakan dikoran-koran lokal maupun nasional adalah kritik dan keluhan dari masyarakat. Hampir tidak pernah kita dengar tentang keberhasilan dari adanya sekolah berstandar Internasional. Kritik dari  masyarakat antara  lain,Pertama : tingginya biaya pendidikan yang harus dibayar oleh orang tua murid, sehingga terkesan sekolah SBI hanya untuk kalangan orang mampu secara ekonomi , sehingga anak-anak yang memiliki kemampuan baik, tapi kurang mampu secara ekonomi makin sulit untuk mendapatkan sekolah yang berkualitas. Keluhan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Nasinal, “Tidak penting namanya apa internasional atau nasional. Masyarakat ingin institusi pendidikan berkualitas. Jangan pakai internasional kalau jiwa belum internasional. (KOMPAS,17 Maret 2011). Kedua :  Penyalahgunaan dana Blokgran dari Kementrian Pendidikan untuk penyelenggaraan SBI, seperti pengakuan dari wakil menteri pendidikan nasional Fasli Jalal, dana RSBI tidak seluruhnya digunakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan kualitas guru, melainkan pembangunan fisik. Pemerintah akan mengevaluasi masalah penggunaan dana, perbaikan tenaga pengajar RSBI terutama kualitas kemampuan bahasa inggris (KOMPAS 15 Maret 2011). Ketiga, Ketidakjelasan konsep SBI, karena rujukan akademiknya tidak jelas, pernyataan dari Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia Ahmad Rizali (KOMPAS 15 Maret 2011).

Banyaknya kritik dan keluhan dari masyarakat sehingga akhirnya pemerintah berkesimpulan akan melakukan evaluasi terhadap RSBI. Evaluasi akan dilakukan  dengan mengambil sampel 130 sekolah difokuskan pada tiga hal, yaitu tata cara penerimaan murid, pungutan dana dari orangtua dan sumber daya manusia. Pemerintah tidak akan menambah sekolah RSBI baru. “Peraturan Mendiknas akan mengikat 1300 RSBI yang sudah ada. Keberadaan RSBI tersebut nanti akan ditinjau kembali.” (KOMPAS 15 Maret 2011).

Hambatan SBI

Konsep sekolah bertaraf Internasional seperti yang terdapat pada buku Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah Bertaraf Internasional adalah: Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional merupakan “Sekolah/Madrasah yang sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional”. Pada prinsipnya, Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional harus bisa memberikan jaminan mutu pendidikan.

Bagaimana karakteristik sekolah bertaraf Internasional ?

Sekolah bertaraf Internasional memiliki keunggulan yang ditunjukkan dengan pengakuan internasional terhadap proses dan hasil atau keluaran pendidikan yang berkualitas dan teruji dalam berbagai aspek. Pengakuan internasional ditandai dengan penggunaan standar pendidikan internasional dan dibuktikan dengan hasil sertifikat berpredikat baik dari salah satu Negara anggota OECD/maju.

Ruang Kelas SMA Negeri Plus Propinsi Riau

Keputusan pemerintah menerapkan sekolah bertaraf Internasional sebagai bentuk respon  pemerintah terhadap cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan tenaga berpengetahuan yang menguasai teknologi dan mempunyai keahlian dan ketrampilan. Tenaga kerja dengan kualifikasi pendidikan yang memadai akan memberi kontribusi pada peningkatan produktivitas nasional. Dengan demikian pada  akhirnya mengharuskan bidang pendidikan  untuk selalu melakukan perubahan dan penyesuaian agar memiliki daya saing di forum internasional

Sekolah bertaraf Internasional diharuskan melaksanakan kurikulum nasional yang sudah ditambah dengan kurikulum Negara OECD/ Negara maju. Penyesuaian kurikulum dengan cara melakukan adaptasi terhadap standar kompetensi /kompetensi dasar yang sama dan adopsi terhadap standar kompetensi/kompetensi dasar yang berbeda.

Pengalaman sebagai seorang guru disekolah yang insyAllah akan bertaraf Internasional dan sudah berusaha untuk mempelajari dan memahami kurikulum Negara OECD, ada beberapa hambatan dalam melaksanakan kurikulum tersebut : Pertama, Standar isi kurikulum nasional sudah padat materi, dan jika diadopsi lagi materi dari Negara OECD/Negara maju, maka materi menjadi betambah banyak Kedua : Cara mengajar guru yang belum terbiasa dengan menggunakan ketrampilan proses. Ketiga: guru belum mengenal dengan baik bentuk dan cara penyusunan soal dari Negara OECD. Keempat :penggunaan  bahasa inggris/ bahasa asing masih kurang.

Hikmah SBI

Tentu kita tidak sependapat jika ada yang memahami SBI harus dengan biaya mahal, Sekolah yang ditunjuk sebagai SBI dengan menggunakan berbagai alasan mengambil kesempatan untuk memungut biaya pendidikan yang tinggi, tanpa diikuti pelayanan dan program nyata untuk menuju taraf internasional sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Identifikasi terhadap siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri perlu dilakukan sejak dari awal. Dan mereka harus mendapat pelayanan yang jelas dan program nyata, sehingga mereka akan lebih siap untuk mengikuti ujian atau tes guna mendapatkan sertifikat Internasional.

Barangkali memang perlu dilakukan evaluasi bagaimana sebaiknya pelaksaan SBI, terutama masalah  pembiayaan. Yang penting tujuan dari SBI itu tercapai.

Dari banyak kritikan masyarakat tentang pengelolaan sekolah bertaraf Internasional, terdapat juga banyak hikmah yang didapatkan. Pertama, mengetahui dan memahami Managemen sekolah dengan menerapkan prosedur ISO 9001, sehingga setiap aktivitas selalu mempunyai panduan dan terkendali. Kedua, kemampuan dibidang ICT menjadi lebih baik, seperti penggunaan  E- Learning. Ketiga, kesempatan untuk menggunakan bahasa inggris lebih banyak. Keempat, adanya program magang di luar negeri telah menambah wawasan dan pengalaman. Kelima, peluang untuk melanjutkan pendidikan S2 menjadi lebih besar.

Mari kita tunggu apa yang akan dilakukan pemerintah, yang jelas setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu. Salah satu upaya untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu  sebagai mana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional pada Pasal 50 Ayat (3), yakni “Pemerintah dan/atau Pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf  internasional”.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: